Hi..kenalkan namaku Nusantara, orang-orang mengenaliku dengan sebutan Indonesia. Kata orang aku ini kaya, berada, cantik, dan masih banyak lagi pujian-pujian yang berhamburan dari mereka untukku dan aku jamin kau akan iri bila mendengarnya.
Keindahanku membuat semuamata tak berkedip menatapku, terbayang akan semua yang ada pada ku, membuat semua berlomba dan berusaha untuk memilikiku.
Nusatara..? yaah Nusantara adalah nama yang amat ku sukai, sangat cocok dengan segala keindahanku. Awalnya, aku cukup berbangga dengan sebutan ”Syurga Dunia”, namun ternyata akhirnya......melenakanku.
Sekian banyak kekayaanku, hingga tak ku sadari, bahwa ada sekelompokorang yang berusaha menculikku, mereka mencoba mengeruk kekayaanku, mencuri emasku, perakku, bahkan harga diriku. Yaaa.... mereka telah berhasil melakukannya, tapi aku..si bodoh ini hanya diam, bahkan bangga dan berbaik hati pada mereka. Aku tetap, bak terhipnotis, melayani keparat-keparat jahannam itu layaknya tamu agung.
Aku suka mengikuti gaya hidup mereka yang glamor dan serba mewah. Walaupun kekayaan dan harga diriku telah direbutnya dan aku sempat menyadari bahwa aku sedang diperbodoh, namun banyaknya kekayaanku yang tak sanggup untuk ku catat satu per satu mebuat kehilangan-kehilangan yang terjadi setiap hari itu luput dari pantauanku.
Kini, baru kusadari bahwa bajingan-bajingan yang dahulunya miskin dan tunduk kepadaku, sekarang berada di atas dan menginjak-nginjakku. Tapi...kenapa aku semakin tak menyadarinya? Aku merana di kampung halamanku sendiri. Kampung halamanku yang indah dan elok hanya dapat bisa ku manfaatkan kekayaan itu untuk kemajuan itu untuk kemajuan anak-anakku...
Kini, mereka menawarkan bantuan kepadaku dan layaknya seorang tanganku dan kuterima pemberian mereka, walaupun ku tau pemberian itu bukanlah cuma-cuma,ada udang dibalik batu, ada bunga dibalik pinjaman tersebut yang suatu saat akan memutus urat nadiku..
Bukannya tambah membaik kondisiku, malah lebih hina dari kemarin dari kemarin. Hutang-hutang itu melilitku dengan erat, sehingga membuatku sesak dan lemas, tiada lagti yang bisa aku harapkan. Aku lelah, lemas, dan terlunta-lunta di tanah sendiri. Semua ini karena kebodohanku yang telah ditipu oleh mereka dan mengakibatkan aku tak bisa lepas dari belenggu mereka.
Aku semakin terperosok kedalam curam dan menikam. Aku hancur.... ku ingin bangkit dan menjadi Nusantara yang dulu, indah, kaya, dan elok.... aku kehilangan semua, hartaku telah dirampasdan harga diriku telah dirobek-robek oleh mereka. Ini semua karena kebodohanku dan ketidak pedulianku atas semua kelebihanku, aku menyesal...! Penyesalan selalu datang dikemudian hari.
Kuingin generasi penerusku bangkit dari keterpurukan ini, kuingin mereka keluar dari kemelut yang terus menghantam dan menghujamku. Aku akan berusaha untuk menjadi Nusantara yang indah, kaya dan ramah. Aku tidak ingin terjerumus kedalam lubang untuk yang kedua kaliny.
Cukup sudah penderitaan ini, tak akan bertambah lagi dengan kebodohanku, aku akan bangkit menuju Indonesia gemilang.....!
By : Raudhah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar